--> Skip to main content

BERILMU DENGAN RENDAH HATI

“Bukanlah keindahan itu karena pakaian yang dikenakan, tetapi ‎keindahan itu karena ilmu dan adab.”

Kalimat bijak ini menyentak kesadaran ‎kita yang mungkin selama ini hanya melihat keindahan dari tampilan luar ‎semata. Petuah hikmah tersebut menunjukkan bahwa keindahan yang ‎sesungguhnya adalah ketika seseorang dihiasi ilmu dan adab (baca: akhlak).‎

Ya, ilmu dan adab adalah perhiasan terbaik yang akan memancarkan ‎pesona diri. Tak perlu memoles diri dengan ucapan-ucapan manis penuh ‎kepalsuan, atau memakai topeng-topeng kamuflase dengan memaksakan diri ‎mengenakan pakain bermerek (branded), kendaraan terbaru,  tinggal di ‎hunian elit untuk menarik perhatian orang lain. Cukup dengan hiasan ilmu ‎dan akhlak, maka orang lain akan menaruh simpati kepada kita.‎

BACA JUGA : Berbadan Sehat, Bermental Kuat Dalam Hidup

Salah satu sikap orang berilmu dan beradab adalah rendah hati ‎‎(tawaduk). Ya, rendah hati akan menjadikan seseorang dicintai sesama, dan ‎disayangi Allah Swt. Sebalik keadaan, tinggi hati atau sombong (takabbur) ‎akan membuat seseorang dibenci sesama dan dimurkai Allah Swt.‎

Dalam sebuah kesempatan, Rasulullah Saw menyatakan, “Dan tidak ‎ada orang yang tawaduk (rendah hati karena Allah), melainkan Allah akan ‎mengangkat derajatnya”. (HR. Muslim)‎

Jika dengan sikap rendah hati, Allah akan mengangkat derajat ‎seseorang, maka bisa dikatakan bahwa dengan sikap tinggi hati Allah akan ‎menjatuhkan derajat seseorang.‎


Jika dengan sikap rendah hati, Allah akan memuliakan seseorang, ‎maka dengan tinggi hati Allah akan menghinakan seseorang.‎

BACA JUGA Bacalah! 

Tidak ada ruang bagi siapa pun di muka bumi ini untuk bersikap ‎sombong atau tinggi hati. Karena yang paling berhak untuk menyandang ‎gelar Al-Mutakabbir hanyalah Allah Swt.‎

Adalah kewajiban bagi setiap hamba untuk bersikap tawaduk, rendah ‎hati sepenuh hati. Betapapun melimpahnya kekayaan yang ia miliki, ‎betapapun tingginya ilmu yang ia punyai, betapapun terhormatnya jabatan ‎yang ia duduki,  hakekatnya semua itu adalah anugerah serta amanat yang ‎Allah berikan kepadanya. Ia sendiri tidak memiliki dan mempunyai apa-apa ‎tanpa anugerah serta karunia Allah Swt yang diberikan kepadanya.‎

BACA JUGA Manusia Yang Paling Sempurna Ibadahnya. Siapa Saja?

# Selamat Hari Santri Nasional (HSN), 22 Oktober  2019.


* Ruang Inspirasi, Selasa, 22 Oktober 2019
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar